Sabtu, 31 Desember 2016

Sampai dimanakah pengharapan?



1.      Sampai dimanakah pengharapan?

Setiap manusia pasti memiliki harapan dalam hidupnya. Baik itu harapan kecil ataupun harapan besar. Tidak ada yang boleh menghalangi harapan seseorang dalam segala hal. Contohnya seperti pepatah ‘tuntutlah ilmu sampai ke negeri China’. Setiap orang berhak  menuntut ilmu sampai manapun hingga harapannya itu terwujud.
Dalam kehidupannya, manusia pasti memiliki beribu-ribu harapan. Bahkan orang yang sudah mati pun pasti memiliki harapan untuk memperbaiki kehidupan yang telah ia sia-siakan dan ia pasti berharap agar masuk surga.
Namun, manusia juga memiliki batas dalam berharap. Semua manusia boleh berharap asalkan harapan itu tidak melebihi batas kenormalan dan harus sesuai dengan logika manusia. Harapan yang terlalu tinggi akan membuat kita menjadi gila.
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dan kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk: sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar