Pemikiran Kritisisme Immanuel Kant
Filsafat yang dikenal dengan kritisisme adalah filsafat yang diintrodusir oleh Immanuel kant. Kritisisme adalah filsafat yang memulai perjalanannya dengan terlebih dahulu menyelidiki kemampuan dan batas-batas rasio (Khuza’i, 2007:25). Perkembangan ilmu Immanuel Kantmencoba untuk menjebatani pandangan Rasionalisme dan Empirisisme, teori dalam aliran filsafat Kritisisme adalah sebuah teori pengetahuan yang berusaha untuk mempersatukan kedua macam unsur dari filsafat Rasionalisme dan disini kekuatan kritis filsafat sangatlah penting, karena ia bisa menghindari kemungkinan ilmu pengetahuan menjadi sebuah dogma.
Filsafat ini memulai pelajarannya dengan menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia. Oleh karena itu, kritisisme sangat berbeda dengan corak filsafat modern sebelumnya yang mempercayai kemampuan rasio secara mutlak. Isi utama dari kritisisme adalah gagasan Immanuel Kant tentang teori pengetahuan, etika dan estetika. Gagasan ini muncul karena adanya pertanyaan-pertanyaan mendasar yang timbul pada pemikiran Immanuel Kant. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut:
Apakah yang dapat kita ketahui?
Apa saja yang dapat kita ketahui, itu tergantung bagaimana diri ini ingin tahu sejauh mana yang ingin kita ketahui. Rasa ingin tahu yang kuat dalam diri dapat mendorong kita untuk mencari tahu apa yang ingin kita ketahui. Apabila telah muncul rasa ingin tahu dalam diri ini maka kita akan melakukan berbagai cara untuk dapat menggapai dan memuaskan rasa keingintahuan dalam diri ini. Lantas yang dapat kita ketahui adalah bahwa kita merupakan makhluk hidup yang tergolong manusia. Kita merupakan makhluk sosial yang berarti suatu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri melainkan membutuhkan bantuan orang lain. Kita adalah manusia yang merupakan makhluk ciptaan sang Khalik. Manusia yang memiliki akal pikiran. Manusia yang memiliki kepekaan rasa. Setiap manusia yang kita ketahui pasti memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dalam dirinya untuk menuntaskan rasa keingintahuan dalam dirinya. Dengan rasa ingin tahu yang dimiliki manusia maka makin banyak yang dapat kita ketahui yang dapat menjadikan hal-hal tersebut sebagai bekal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan serta dapat memperkaya wawasan yang dimiliki.
Apakah yang boleh kita lakukan?
Apa yang boleh kita lakukan, kita dapat melakukan hal-hal yang ingin kita lakukan sesuaikeinginan dalam diri ini. Kita boleh melakukan hal-halataupun kegiatan yang bermanfaat yang tidak mengganggu dan membawa mudharat nya bagi kemaslahatan umat. Kita dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain, sebagai contoh kita dapat membantu teman ataupun orang lain yang sedang membutuhkan, contohnya orang-orang yang terkena bencan ataupun musibah kita dapat melakukan hal-hal yang dapt membantu dan meringankan beban dan derita yang dialaminya, seperti memberikan motivasi, memberika bantuan secara finansial, dan tidak lupa memberikan doa. Kita sebagai manusia yang merupakan makhluk ciptaanNya, kita dapat melakukan hal-hal yang termaksud didalamnya adalah ibadah dan mengerjakan perintahNya serta selalu meninggalkan laranganNya. Kita sebagai makhluk sosial dapat melakukan hal-hal baik yang tentunya dapat bermanfaat bagi orang lain dan khalayak umum.
Sampai di manakah pengharapan kita?
Sampai pengharapan kita dapat terwujud dengan sebuah impian yang merupakan hasil dari pengaharapan kita selama itu. Namun pengharapan atau harapan itu tidak boleh berhenti dalam kata lain kita tidak boleh berhenti berharap, karena suatu hasil yang besar didapat dari adanya suatu harapan yang menjadi harapan untuk dicapai. Disitu kita sebagai manusia memiliki semangan dan motivasi yang besar untuk meraih harapan-harapan kita dalam hidup. Dalam hidup, yang tidak dapat dilakukan adalah berhenti berdoa, berhenti berharap, berhenti bermimpi. Dari mimpi, tentunya kita memiliki pengharapan yang besar akan terwujudnya suatu mimpi besar itu.
Apakah manusia itu?
Manusia itu merupakan makhluk ciptaan Tuhan, yang berasal dari tanah. Ciptaan Tuhan yang sempurna dengan memiliki akal pikiran, serta kebaikan yang ia miliki. Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang tentunya memiliki kewajiban dalam umat beragama untuk senantiasa menjalankan perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Manusia merupakan makhluk sosial, makhluk yang tidak dapat hidup sendiri senantiasa yang selalu membutuhkan orang lain. Manusia mmerupakan makhluk yang tak pernah puas artinya ia takkan pernah puas dengan apa yang ia miliki dalam hidupnya, tentunya ia memiliki cara untuk senantiasa memuaskan hal tersebut. Rasa ambisius lah yang dapat menpengaruhi dan mendorong sikap tak pernah puas itu, dengan adanya sikap ambisius maka manusia memilki hasrat untuk mencapainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar