Fiksionalisme dalam Matematika
Fiksionalisme dalam matematika diperkenalkan dalam tahun 1980 ketika Hartry Field mempublikasikan Science Without Numbers, yang menolak dan bahkan membalikkan argumen Quine. Dimana Quine menganggap bahwa matematika harus ada untuk teori-teori sains terbaik, sehingga diterima sebagai kebenaran yang membicarakan tentang wujud yang ada secara independen. Field menganggap bahwa matematika telah diabaikan, dan oleh karena itu sebaiknya dipandang sebagai kebohongan yang tidak berbicara tentang sesuatu yang riil. Ia melakukan ini dengan memberikan aksiomatisasi lengkap dari mekanika Newton yang tidak membutuhkan bilangan sebagai acuan atau fungsi sama sekali. Ia mulai dengan "keantaraan" dari aksioma Hilbert untuk mengkarakterisasi ruang tanpa mengkoordinasikannya, dan kemudian menambahkan relasi tambahan diantara titik-titik untuk mengerjakan pekerjaan sebelumnya dan menyelesaikannya dengan lapangan vektor (vector fields). Geometri Hilbert adalah matematik, karena berbicara tentang titik-titik yang abstrak, tetapi dalam teori Field, titik-titik ini adalah titik-titik nyata dari ruang fisik, sehingga tidak ada obyek-obyek matematik yang khusus sama sekali yang dibutuhkan.
Telah ditunjukkan bagaimana mengerjakan ilmu pengetahuan tanpa menggunakan matematika, Field melanjutkan untuk merehabilitasi matematika sebagai jenis fiksi yang bermanfaat (useful fiction). Ia telah menunjukkan bahwa fisika matematik adalah sebuah perluasan yang konservatif dari fisika non-matematiknya (yaitu, setiap fakta fisik yang dapat dibuktikan dalam fisika matematik sudah dapat dibuktikan dari sistem Field), sehingga matematika adalah sebuah proses yang dapat diandalkan aplikasi fisiknya semuanya benar, meskipun pernyataanya sendiri salah. Jadi, ketika mengerjakan matematika, kita dapat melihat diri kita sendiri yang menceritakan jenis cerita, mengatakannya sebagai bilangan jika ada. Bagi Field, suatu pernyataan seperti "2 + 2 = 4" adalah salah seperti "Sherlock Holmes tinggal di 221B Baker Street" — tetapi keduanya benar menurut fiksi-fiksi yang relevan.
Dengan catatan ini, tidak ada masalah-masalah khusus metafisik atau epistemologi terhadap matematika. Kekhawatiran yang ditinggalkan hanyalah kekhawatiran tentang fisika non-matematik dan tentang fiksi secara umum. Pendekatan Field sangat berpengaruh, tetapi ditolak secara luas, karena syarat-syarat dari penggalan logika orde kedua mengakibatkan reduksi, dan juga karena pernyataan kekonservatifan nampaknya membutuhkan kuantifikasi seluruh model abstrak atau deduksi.