Sabtu, 31 Desember 2016

Golok Ciomas Budaya Khas BANTEN

Golok Ciomas Budaya Khas BANTEN

BANTEN merupakan salah satu provinsi yang kaya dengan berbagai jenis kegiatan kesenian serta kebudayaan. Mulai dari alat musik tradisional sampai benda-benda unik yang memiliki nilai seni tinggi, masih terjaga dan berpotensi besar sebagai daya tarik pariwisata di Provinsi Banten. Salah satunya adalah Golok Ciomas, benda yang merupakan warisan budaya dan konon sudah ada sejak jaman kejayaan Kesultanan Banten.

Golok Ciomas merupakan salah satu senjata khas yang berasal dari Banten yang hanya bisa didapatkan di sebuah daerah bernama Ciomas, Serang, Banten. Berdasarkan keterangan Kiai Muhaemin, Pimpinan Pondok Pesantren Saanabil huda, yang juga sebagai salah satu pewaris atas pembuatan Golok Ciomas mengatakan, tidak sembarangan orang dapat membuat Golok Ciomas, karena dalam proses pembuatannya membutuhkan ritual khusus dan juga alat khusus yang merupakan warisan turun-temurun.

“Pokoknya yang dibuat langsung dari sini, dari Saya itu golok asli Ciomas”, jelas Kiai Muhaemin saat ditemui di kediamannya. Kiai Muhaemin juga menjelaskan tentang proses pembuatan Golok Ciomas, diantaranya yakni, waktu pembuatan Golok Ciomas hanya dilakukan pada tanggal 12 bulan Maulud, tepat dengan tanggal kelahiran nabi Muhammad SaW. Lalu bahan baku golok tersebut terbuat dari besi inti asli Ciomas yang berlokasi di Pondok Kahuru, Bojong Onje. Alat ‘nempa’ golok itu pun menggunakan palu pusaka yang konon merupakan hadiah dari Sultan Hasannudin kepada Ki Cengkuk, leluhur yang pertama kali membuat Golok Ciomas yang saat ini dipegang oleh Ki Jamsari (keturunan ke 7). Palu pusaka (godam) ini diberi nama Si Denok. Kiai Muhaemin sendiri merupakan keturunan ke 8, sebagai orang yang mewarisi ritual pembuatan Golok Ciomas. “Jadi dalam pembuatan golok ini terkenal dengan sebutan tiga serangkai, Saya (Keturunan ke 8), Pak Jamsari (keturunan ke 7) yang megang palu pusaka, dan Pak Shiddiq empu nya. Saya bagian ritualnya”, ujar Kiai Muhaemin yang juga akrab disapa Ki Umin.

Lebih lanjut, Kiai Muhaemin menerangkan, Golok Ciomas ini terdiri dari beberapa jenis, yakni jenis Salamunggal, Mancungan, Malapah Gedang, Candung, Kembang Kacang, dan Bedul Mungkuk. Serta untuk ‘gagang’ nya sendiri juga terdapat beberapa penamaan, yaitu Jengkol Sahulu, jebuk Sepasi, Pala Burung, Wayangan Standar Ciomas, Wayangan Satria. Penamaan ini digunakan untuk membedakan asli atau tidaknya golok.

“Harga nya yang bersertifikat itu 1 juta ke atas, nah yang tidak bersertifikat itu harganya di bawah 1 juta, itu tetep asli Golok ciomas, cuma golongannya masuk ke yang golok biasa” ungkapnya. Range harga untuk golok yang tidak bersertifikat berkisar antara 300-700 ribu rupiah. Dalam proses pemasarannya, Golok Ciomas tidak dipasarkan secara khusus ataupun di stok, bagi yang ingin memiliki Golok Ciomas hanya bisa mendapatkannya langsung di Ciomas. “Promosi sih promosi ya, tapi kalau yang mau Golok Ciomas ya datang kesini, karena proses penyerahannya juga ada ritualnya”, tandasnya. Selain karena ketajamannya, diakui Kiai Muhaemin bahwa Golok Ciomas ini juga terkenal atas hikmah dan masyur nya. Konon kabarnya Golok Ciomas dipercaya sebagai senjata yang dapat meredam amarah dan hawa nafsu orang, oleh karenanya Golok ciomas ini juga dikenal sebagai ‘senjata perdamaian’. Atas keistimewaannya tersebut menjadikan Golok Ciomas sebagai warisan budaya khas Banten yang cukup terkenal.

Di sela perbincangan, Kiai Muhaemin juga menunjukkan Golok Ciomas yang dimilikinya. Dari 6 jenis Golok Ciomas yang disebutkan sebelumnya, Kiai Muhaemin memiliki 3 jenis, yaitu jenis Salamunggal, Kembang Kacang, dan Candung, serta 1 golok biasa asli ciomas. Tidak hanya itu, Kiai Muhaemin juga menunjukkan satu golok yang sudah memecahkan rekor Museum Rekor indonesia (Muri) dengan panjang golok 7 meter dan memiliki lebar 4,26 meter. Golok tersebut di tempatkan di sebuah saung berbentuk rumah berukuran sekitar 9×5 m.

Kiai Muhaemin sendiri berharap kedepan ada generasi penerus agar Golok Ciomas ini tidak hilang sebagai warisan budaya. “Pemerintah juga kalau bisa lebih memperhatikan pada kita karena ini kan satu budaya khas Banten ya”, tutur Kiai Muhaemin. Dari segi nilai seni budaya dan sejarah, Golok ciomas sangat berpotensi sebagai salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banten. Perhatian yang lebih dari berbagai pihak dapat menjadi satu upaya untuk menjaga Golok Ciomas agar tetap lestari sebagai warisan budaya khas Banten.

Referensi:

http://besttangsel.com/golok-ciomas-budaya-warisan-budaya-khas-banten/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar