Selasa, 06 Desember 2016

Pentingnya Keanekaragaman di Lingkungan Etika

 
Pentingnya Keanekaragaman di Lingkungan Etika

Dalam kasus lingkungan alam ada berbagai alasan untuk mendukung keragaman, baik dari dasar, habitat atau spesies. Seperti yang kita ketahui, bahwa dunia mengandung banyak jenis keragaman berbeda dari dasar dan habitat. Yang paling menonjol yaitu keragaman budaya. Budaya yang dimaksud disini yaitu makanan atau seni. Di dunia ini ada banyak jenis makanan yang berbeda dan banyak tradisi yang berbeda, dan kesenian yang lebih menarik dan lebih kaya dari dunia monokultural adalah musik.
Berakar dari budaya ini, kita dapat menyatakan fakta bahwa orang-orang memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang bagaimana hidup, terutama karena pandangan tentang bagaimana hidup termasuk pandangan tentang bagaimana memperlakukan orang lain Terhadap Lingkungan Etis Satu Dimensi
Beberapa alasan untuk mencari dan mempertahankan keanekaragaman hayati di alam tidak ada hubungannya dengan estetika. Kita tahu bahwa pengurangan gen dan pengurangan kisaran habitat yang berbeda di dunia dapat membuat lingkungan alam kurang beradaptasi dengan perubahan masa depan yang kita sendiri tidak bisa memprediksinya secara rinci. Dalam kasus lingkungan etis, kita tidak bisa mengetahui secara detail apa tantangan etika kita yang mungkin dihadapi di masa depan. oleh karena itu, kita membutuhkan kekayaan sumber etis  untuk mengantisipasi hal tersebut.
Ingat pada kasus individu, dimana individu memerlukan aturan untuk menentukan mana yang benar dan salah. Tetapi sayangnya tidak ada jaminan atas hal tersebut. Meski aturan tersebut berharga, namun tidak bisa menjadi pengganti bagi individu mampu melakukan pemikiran mereka sendiri.
Hal serupa berlaku untuk kita bersama, jika kita mencoba untuk mengandalkan seperangkat gagasan etis. Misalnya ilustrasi masalah kontemporer kita dalam kaitannya dengan lingkungan alam. Banyak masyarakat modern mengandalkan terlalu lama pada ide dasarnya, bahwa sumber daya alam yang tersedia adalah untuk tujuan manusia tanpa batasan etika; sekarang kita lihat eksploitasi sumber daya tersebut telah membawa kita ke dalam masalah. Pada saat yang sama kita semakin menyadari bahwa sumber daya moralitas sulit untuk diterapkan pada hubungan kita dengan lingkungan alam.
Jika salah satu jenis sumber daya etis saja tidak cukup seperti yang kita tahu sekarang, tidak ada alasan untuk percaya diri bahwa satu-dimensi lingkungan etis bisa memberikan kami sumber daya untuk mengatasi masalah yang bahkan kami tidak mampu mengatasinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar