Perkembangan filsafat ilmu pengetahuan
Filsafat ilmu pengetahuan terlahir secara spontan. Perkembangan filsafat ilmu pengetahuan menjadi disiplin ilmu yang otonom, berlangsung di rentan waktu yang cukup lama. Sebagai suatu disiplin, filsafat ilmu pengetahuan pertama-tama berusaha menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses ilmiah yaitu: prosedur pengamatan, pola-pola argumen, praandaian-praandaian metafisik dan sebagainya.
Filsafat memiliki tempat dan kedudukan yang khusus. Telaah filsafat tidak terbatas pada salah satu bidang atau lapisan kenyataan, melainkan meliputi semua bidang dan semua dimensi yang di teliti ilmu-ilmu lain dan membuat bidang-bidang itu semua tanpa pengecualian menjadi objek langsung penelitiannya. Tujuan filsafat adalah untuk mencari kebenaran yang sifatnya mendasar dan menyeluruh dalam sistem konseptual.
Pokok kajian filsafat mencakup tiga segi, yakni apa yang di sebut benar dan apa yang disebut salah (logika), mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk (etika), serta apa saja yang termasuk indah dan apa yang termasuk jelek.
Meskipun jawaban-jawaban filsafat tentang kebenaran bersifat mendasar dan menyeluruh, namun baru sebatas kebenaran konseptual. Baru dalam bentuk gagasan yang abstrak yang hanya ada dalam fikiran, bukan dalam bentuk konkret yang kebenarannya dapat di indra. Rasa ingin tahu manusa mendorong manusia untuk menemukan kebenaran konkret yang dapat di buktikan secara empiris. Kebenaran yang kemudian dikenal sebagai kebenaran ilmiah atau kebenaran ilmu pengetahuan.
Beda dengan filsafat, ilmu bersifat khusus atau regional, tidak bersifat total. Dalam ilmu, alat yang digunakan untuk menemukan kebenaran adalah nalar, logika, metode, dan sistematik. Sumbernya bersifat empirik, fakta apa adanya. Tujuannya adalah pembuktian kebenaran secara khusus dan terbatas. Produk ilmu pengetahuan berupa teori-teori ilmiah yang kebenarannya dapat di buktikan secara empiris. Dengan demikian kebenaran ilmu pengetahuan dapat diamati secara nyata melalui pengalaman empirik manusia.
sumber : Jalaluddin. 2013. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar