Rabu, 26 Oktober 2016

Bidang Kajian Filsafat Ilmu Pengetahuan (bidang Ontologi)

Bidang Kajian Filsafat Ilmu Pengetahuan (bidang Ontologi)


Ontologi berasal dari kata Yunani on (ada), dan ontos berarti keberadaan. Sedangkan logos berarti pemikiran. Jadi ontologi adalah pemikiran mengenai yang ada dan kebenarannya. Kata Yunani onto berarti "yang ada secara nyata", kenyataan yang sesungguhnya. Ontologi adalah ilmu yang mengkaji tentang hakikat ilmu, dan hakikat apa yang dikaji. Dikemukakan pula bahwa ontologi ilmu mengkaji apa hakikat ilmu pengetahuan, apa hakikat kebenaran rasional atau kebenaran deduktif dan kenyataan empiris yang tidak terlepas dari persepsi tentang apa dan bagaimana yang "ada" itu.
Adapun yang dimaksud dengan ontologi adalah kajian yang memusatkan diri pada pemecahan esensi sesuatu yang wujud, tentang asas-asasnya dan realitas. Asas-asas tentang sesuatu wujud yang nyata. Keberadaan dan realitasnya dapat dicermati dan di tangkap oleh panca indera manusia. Dengan demikian, ontologi adalah telaah secara filsafat yang ingin menjawab objek apa yang trlah di telaah oleh ilmu? Bagaimana wujud hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan objek tersebut dengan daya tangkap manusia yang membuahkan pengetahuan?
Dengan demikian ontologi membatasi diri pada ruang kajian keilmuan yang dapat dipikirkan manusia secara rasional yang bisa diamati melalui panca indera manusia. Wilayah ontologi terdapat pada jangkauan pengetahuan ilmiah manusia. Manakala ruang kajian ontologi tidak semata mata dihubungkan dengan panca indera manusia, melainkan juga pikiran (rasio), maka objek telaahnya menjadi tidak terbatas pada wujud materi semata. Tidak hanya objek yang bersifat fisik materi, tapi juga mencakup objek yang metafisik (metafisika).
Metafisika adalah studi mengenai ketegorisasi benda-benda di alam dan hunungannya antara satu dan yang lainnya. Ahli metafisika memperjelas pemikiran-pemikiran manusia mengenai dunia, termasuk keberadaan, kebendaan, sifat, ruang, waktu, hubungan sebab akibat, dan kemungkinan. Jadi, objek dalam kajian ilmu pengetahuan dalam tataran ontologis tidak hanya menyangkut dan terbatas pada jangkauan panca indera manusia, melainkan juga akal pikiran (rasio) manusia.
Dalam pengertian yang lebih luas, secara garis besar, pengertian ontologi dapat dirumuskan menjadi :
Ontologi adalah studi tentang arti "ada" dan "berada", tentang ciri-ciri esensial dari yang ada dalam arti dirinya sendiri, menurut bentuknya yang paling abstrak.
Ontologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang tata dan struktur realitas dalam arti seluas mungkin, dengan menggunakan kategori-kategori seperti ada tau menjadi, aktualitas atau potensialitas, nyata atau penampakan, esensi atau eksistensi, kesempurnaan, ruang dan waktu, perubahan dan sebaginya.
Ontologi adalah cabang ilmu filsafat yang mencoba melukiskan hakikat terakhir yang ada, yaitu yang satu, yang absolut, bentuk abadi, sempurna, dan keberadaan segala sesuatu yang mutlak bergantung kepada-Nya.
Ontologi adalah cabang ilmu filsafat yang mempelajari tentang status realitas apakah nyata atau semu, apakah pikiran itu nyata, dan sebagainya.



Sumber : Susanto. A. 2011. Filsafat Ilmu. Jakarta. PT. Bumi Aksara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar