Senin, 31 Oktober 2016

Aliran Filsafat Islam dalam Filsafat

Aliran Filsafat Islam dalam Filsafat


Kata filsafat di kalangan umat islam diartikan dengan kata hikmah. Mereka menempatkan kata hikmah ini di atas kata filsafat. Ibnu Sina menyebutkan bahwa hikmah adalah mencari kesempurnaan diri manusia dengan dapat menggambarkan segala urusan dan membenarkan segala hakikat baik yang bersifat teori maupun praktik menurut kadar kemampuan manusia.
Filsafat islam adalah perkembangan pemikiran umat islam dalam masalah ketuhanan, kenabian, manusa, dan alam semesta yang di sinari ajaran islam. Filsafat islam cakupannya sangat luas bukan hanya masalah alam semesta dan isinya saja, tetapi juga masalah ketuhanan dan ke nabian. Kelebihan filsafat islam dengan filsafat lainnya adalah dalam filsafat islam terdapat perpaduan antara agama dan filsafat, antara akidah dan hikmah, antara wahyu dan akal, yang dalam filsafat Yunani tidak ditemukan.
Filsafatbislam dapat di artikan sebagai filsafat yang dikembangkan oleh orang-orang islam, yang mengkaji masalah hakikat yang ada, dari mana asalnya, kemana akhirnya, serta cara-cara mendapatkan hakikat pengetahuan yang benar dan salah, baik dan buruk, serta teori kebahagiaan.
Tokoh filsafat islam yang terkenal adalah Al-Ghazali, ia dikenal sebagai filsof pertama yang berhasil merekonsiliasasikan antara rasionalisme, ritualisme, dogmatisme, mistisisme. Selain Al-Ghozali, filsof muslim yang terkenal adalah Al-Farabi. Al-Farabi membahas mengenai ketuhanan. Menurutnya, segala yang ada ini hanya dua kemungkinan dan tidak ada alternatif ketiga. Selain kedua filosof tersebut, filosof-filosof lain yang namanya menghiasi lembaran emas filsafat islam antara lain Ibn Sina, Ibn Rusyd, Ibn Taymiyah, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar