Bidang kajian filsafat ilmu pengetahuan (Bidang Aksiologi)
Aksiologi berasal dari kata bahasa Yunani axios dan logos. Axios berarti nilai dan logos berarti teori. Aksiologi adalah" teori tentang nilai". Nilai merupakan realitas yang abstrak yang berfungsi sebagai daya pendorong atau prinsip-prinsip yang menjadi pedoman dalam hidup. Nilai menempati kedudukan yang penting dalam kehidupan seseorang, sampai pada suatu tingkat dimana sementara orang lebih siap mengorbankan hidup dibanding mengorbankan nilai. Nilai dapat di lacak dari tiga realitas, yakni: pola tingkah laku, pola berfikir, dan sikap seorang pribadi atau kelompok.
Menurut Max Scheler, nilai-nilai itu terbangun dalam empat peringkat, yakni: nilai-nilai kenikmatan, nilai-nilai kehidupan, nilai-nilai kejiwaan dan nilai-nilai kerohanian. Manusia memahami nilai-nilai dengan hatiny, bukan dengan akal budinya. Lebih jauh di kemukakan bahwa nilai sebagai suatu kata benda abstrak mengandung dua pengertian. Dalam pengertian terbatas berupa sesuatu yang baik, pantas, dan menarik. Dalam pemgertian luas, nilai mengacu pada kewajiban, kebenaran, dan kesucian.
Aksiologi diartikan sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang di peroleh. Aksiologi berhubungan dengan penggunaan ilmu pemgetahuan. Seperti yang di maklumi, bahwa ilmu pengetahuan di tujukan untuk kepentingan hidup manusia. Ilmu pengetahuan membantu manusia mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menguasai ilmu pengetahuan, manusia mampu mengobservasi, memprediksi, memanipulasi, dan menguasai alam.
Sumber : Susanto. A. 2011. Filsafat Ilmu. Jakarta. PT. Bumi Aksara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar