Periodisasi Filsafat barat (Periode Yunani)
Pada periode ini, filsafat pada umumnya dibagi dua. Pertama, masa pra-Socrates dan kedua, masa Yunani klasik atau juga selepas masa pra-Scorates. Pada masa pra-Scorates filsafat bercirikan kosmosentris. Pemikiran para filsuf Yunani di masa itu berkaitan dengan pertanyaan tentang alam dan terbuat dari apa alam itu. Berdasarkan rasio, para filsuf masa ini sampai pada kesimpulan bahwa alam itu merupakan satu susunan yang teratur dan harmonis. Karena itu, filsafat pada masa pra-Scorates ini disebut kosmosentris.
Thales adalah filsuf alam, yang berusaha untuk memberikan jawaban terkait asal-mula alam dengan mengabadikan penjelasan mitos dan dewa-dewa Yunani. Ia berpendapat bahwa semua makhluk hidup berasal dari air dan manusia berkembang dari ikan.
Phytagoras adalah filsuf pra-Scorates yang berpendapat bahwa adanya harmoni pada alam atau benda-benda dibuat atas dasar prinsip bilangan matematika. Tentang masalah jiwa, ia berpendapat bahwa jiwa tidak dapat mati. Bila seseorang mati, roh/jiwanya akan tetap abadi dan akan berubah menjadi makhluk hidup lain. Adapun segala yang ada dilahirkan kembali dalam siklus tertentu. Dalam pemikiran phytagoras, segala sesuatu pada akhirnya dapat di reduksi ke dalam perhitungan angka-angka.
Scorates adalah filsuf yang tinggal di kota Athena, ketika kota itu mencapai puncak kejayaan dibawah kekuasaan raja Pericles. Socrates adalah orang yang paling bijaksana di dunia pada zamannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar