Minggu, 27 November 2016

Cara Belajar Filsafat

Cara Belajar Filsafat

Bagaimana caranya belajar filsafat?
Menurut Marx B. Woodhouse, dia mengemukakan benerapa syarat untuk belajar filsafat. Antara lain:
1. Diperlukan empat sikap batin yang mendukung terjadinya komunikasi secara efektif. Adapun empat sikap batin tersebut adalah sebagai berikut:
a. Keberanian untuk menguji secara kritis hal-hal yang kita yakini.
b. Kesediaan untuk mengajukan hipotesis-hipotesis tentatif dan untuk memberikan tanggapan awal terhadap suatu pernyataan filsafat.
c. Kesediaan untuk menempatkan tekad pencarian kebenaran di atas kepuasan diri sendiri karena telah "menang" dalam suatu perdebatan atau kekecewaan karena "kalah".
d. Kemampuan untuk memisahkan sikap/pandangan atau konflik pribadi karena ketidakmampuan memisahkan hal yang "pribad" ini akan membuat kekaburan berpikir dan menghambat diskusi.
2. Berfilsafat adalah keterampilan yang mesti dikembangkan dalam praktik. Disamping itu, karena persoalan filsafat sangat beragam dan licin, maka peminat filsafat mesti dapat menggunakan berbagai metode secara sensitif dan tepat, dengan menyadari kekhususan dan keterikatannya dengan yang lain.
3. Kita harus "belajar filsafat" dan "berfilsafat" sekaligus. Ini bisa dilakukan dengan membaca karya-karya filsuf/ilmuwan besar dengan sikap kritis. Dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis, lama kelamaan akan terlatih berpikir secara filosofis, dan cara berfikir yang demikian akan menjadi satu kebiasaan.
4. Dalam berfilsafat atau berfikir, hindarilah bersikap kekeuh dengan pendapat pribadi. Dengan kata lain, perlu argumen yang jelas mengapa anda setuju atau menyatakan bahwa suatu pendapat atau teori lebih baik dari pendapat atau teori lain.
5. Jangan mencampuradukan antara "argumen filosofis" dengan "praktik psikologi".
6. Filsafat memiliki dua sisi yaitu sisi kritis dan konstruktif. Umumnya kita terlebih dahulu belajar menganalisis berbagai sudut pandang filsafat orang lain sebelum kita menyusun spekulasi teoretis sendiri. Kritik pun bisa bersifat konstruktif dengan cara mengkritik kelemahan-kelemahan teori atau argumen orang lain. Biasanya, dengan cara ini, pandangan baru akan muncul dan bisa lebih baik dari pendapat sebelumnya.
7. Ketika mengkritik pendapat/argumen orang lain, usahakanlah terlebih dahulu mempertimbangkan kekuatan kritik anda. Hati-hatilah membuat pernyataan atau kesimpulan karena terdapat sejumlah klaim yang model dan cara pembuktiannya berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar